Kata bullying sangat akrab di teliga kita, apalagi setelah ramai
terdengar seringnya berita kekerasan yang telah terjadi di beberapa sekolah.
Selama belajar di sekolah, mungkin kita juga termasuk salah satu korban dari
bullying teman-teman kita sendiri, namun kita tidak menyadari ternyata tindakan
teman-teman tersebut termasuk dalam kategori bullying.
Beberapa tindakan yang termasuk bullying adalah seperti bullying
dengan kata-kata (mengejek, memaki, mengancam, menfitnah, memberikan julukan
yang macam-macam dll) dan bullying dengan tindakan seperti (mencubit,
menendang, memelototi, mengambil barang orang lain, merusak barang lain,
mengintimidasi dll). Yang pasti tindakan bullying dilakukan dalam rangka
menunjuk jika seorang anak lebih kuat daripada siswa yang lain, dalam bahasa
kasarnya ingin menjadi ‘ preman kelas’.
Seorang siswa yang pendiam atau kelihatan lemah sering kali akan
menjadi sasaran siswa-siswa yang lebih kuat. Contohnya, seorang siswa yang
lebih kuat seringkali mengancam siswa yang lebih lemah untuk melakukan tindakan
yang menguntungkan dirinya seperti pemaksaan untuk meminjam tugas PR untuk
ditiru, memaksa untuk mengerjakan tugas kelompok yang menjadi bagiannya dengan
disertai ancaman-acaman tertentu, dan menyerobot uang saku atau bekal sekolah
teman yang lebih lemah. Contoh lainnya adalah siswa yang merasa dirinya lebih
beruntung akan mengejek temannya yang kurang beruntung misalnya siswa yang
berasal dari keluarga kurang mampu, atau siswa yang memiliki kekurangan secara fisik
dan memberikan julukan-julukan yang aneh.




